PEDULI LINGKUNGAN (CSR) DI WILAYAH KERJA PG LESTARI

Sudah tak asing lagi kegiatan program peduli kepada sesama di laksanakan di semua kecamatan wilayah kerja Pabrik Gula Lestari, Program CSR  (Corporate Social Responsibility), telah lama dilaksanakan dan menjadi budaya PT PERKEBUNAN NUSANTARA X ( PTPN X ) Pabrik Gula Lestari. Sebagian karyawan di perintahkan terjun guna turut membantu terlaksananya pembagian sembako untuk warga. sudah menjadi agenda rutin tiap tahun Pabrik Gula Lestari selalu mengadakan bakti sosial bagi-bagi sembako kepada warga yang membutuhkan.

Sasarannya warga miskin atau kaum dhuafa yang kupon itu ditukarkan dengan sembako. Sejak pagi hari,  sejumlah warga sudah mengantri di pintu masuk tempat di adakannya pembagian sembako. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, seperti tukang becak, pedagang PKL, ibu-ibu janda, anak-anak yatim, dan lain sebagainya. Dalam hal pembagian ini di bantu oleh perangkat desa perihal pendataan agar pendistribusian tidak salah sasaran. Satu orang hanya boleh menukar satu kupon, tidak boleh mewakili orang lain dengan alasan apapun. Hal ini semata demi meratanya pembagian sembako ini. Mereka tampak senang menerima sembako gratis tersebut.(red/Team IT PGLS)
bpk skw membantu distribusi di wilayah kerja masing-masing

pendistribusian sembako di bantu karyawan



Baca Selengkapnya →

ONE BILLION INDONESIAN TREES CSR PROGRAM


Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM
"Gerakan penanaman satu miliar pohon" merupakan bentuk komitmen yang tinggi, wujud kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan sekitar.  Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, Pemerintah telah menetapkan tanggal 28 Nopember diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN).
Baca Selengkapnya →

10 dan 11 Desember 2012 PENUTUPAN ACARA KEBERSAMAAN KARYAWAN PG LESTARI OLEH ADMINISTRATUR

 Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM saat malam penutupan

Begitu menghentikan aktifitas gilingnya pada 29 oktober lalu bapak Administratur Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM banyak melaksanakan aktifitas bersama karyawan / karyawatinya di luar pabrik, salah satu diantaranya pada tanggal 10 dan 11 Desember 2012(kemarin,red) melaksanakan kegiatan kebersamaan di Jawa Timur Park 2 & selecta batu malang. Mengambil tema Dengan Semangat Kebersamaan,jujur & ikhlas di berbagai lini mari kita sukseskan giling tahun 2013 harus lebih baik dari pada tahun 2012.
Baca Selengkapnya →

OUTBOUND KARYAWAN-KARYAWATI PG LESTARI


Administratur PG Lestari, Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM






Pemberangkatan peserta outbound
Administratur PG Lestari, Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM beserta seluruh jajaran karyawannya pada hari jum'at kemarin (30 november 2012, red) mengadakan sebuah kegiatan outbound yang dipusatkan di Markas Komando Brigif (brigadir Infanteri) 16 / Wira Yudha kediri, yang dalam inti acara adalah menggalang kebersamaan dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan pembangunan karakter diri (building character) yang mana kegiatan tersebut diangkap perlu karena untuk memotivasi dalam meraih sebuah tujuan. Semoga Pabrik Gula Lestari senantiasa mendapat hidayah dari ALLAH S.W.T dan semua karyawan / karyawatinya selalu berada dalam lindunganNya...Amin...Amin...Amin yaa Robbal Alamin. PG LESTARI-JAYAAAAA............!!!!!! (TEAM IT PGLS)

Rehat menunggu makan siang
Baca Selengkapnya →

PG LESTARI BERSHOLAWAT

PG LESTARI BERSHOLAWAT


Hujan mengguyur dengan derasnya mulai sore hari, tepat di malam harinya rabu 28 November 2012 lalu, Pabrik Gula Lestari mengadakan Acara bersholawat bersama warga sekitar lingkungan PG lestari. Suara sholawat dari ribuan masa membahana di halaman pabrik gula lestari yang di pimpin oleh AL-Habib syech bin Muhammad Assegaf dari Cianjur Jawa Barat. Dalam acara tersebut juga hadir bapak Administratur PG Lestari, Ir. Hubertus Koes Darmawanto, MM, menurut beliau bersholawat bersama masyarakat dan pondok pesantren adalah wujud rasa syukur atas berakhirnya musim giling pada 29 oktober 2012 lalu." Ini wujud syukur kami, karena masyarakat turut peduli dan mendukung suksesnya musim giling tahun ini," ungkap beliau, kedepan diharapkan masyarakat tetap ikut peduli dengan apa yang telah dilaksanakan PG Lestari, kalau semua lapisan masyarakat sekitar pabrik gula lestari selalu mendukung pasti akan sama-sama menuai kesuksesan," imbuh beliau. Dalam Acara tersebut Al-habib tak henti-hentinya mengajak lapisan masyarakat mengumandangkan Asma ALLAH S.W.T dan Rasulullah saw.(redaksi team-IT PGLS)
Baca Selengkapnya →

UJI PERFORMA ALSINTAN PG LESTARI

A.Latar Belakang
Pabrik Gula (PG) Lestari merupakan salah satu Unit Usaha PT. Perkebunan Nusantara X (Persero) yang bergerak dalam bidang produksi gula. Dalam proses produksi gula, PG Lestari menggunakan mesin- mesin untuk menunjang produksi dalam jumlah besar, baik di kebun (On-farm) yang menyediakan bahan baku tebu maupun di pabrik (Off-farm) yang mengolah bahan baku tebu menjadi gula.
Penggunaan alat dan mesin dalam kegiatan di kebun merupakan aplikasi teknologi dalam bidang pertanian (mekanisasi atau semi mekanisasi), baik mulai dari penyiapan lahan, perawatan tanaman sampai dengan saat tebang.
Jumlah tenaga kerja yang semakin lama semakin berkurang baik dari segi jumlah maupun keahliannya menyebabkan biaya garap kebun semakin meningkat, kualitas pekerjaan kebun menurun, dan terkendalanya proses intensifikasi maupun ekstensifikasi. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah pemanfaatan teknologi alsintan / Mekanisasi, di mana perekayasaan teknologi Alsintan dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja, menekan biaya garap dan meringankan beban kerja sehari- hari sehingga tercapai efesiensi dan efektifitas kerja yang optimal sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu Tim Alsintan PG Lestari telah membuat terobosan dan mengembangkan sebuah alat, yaitu implemen yang menggabungkan fungsi baku teknis implemen sebelumnya yaitu pemecah tanah (Chisel), pencacah tanah (Harrow), dan kair (pembuat alur tanam) menjadi satu implemen yang selanjutnya diberi nama “Implemen 3 in 1 PG Lestari”.
Baca Selengkapnya →

MAINTENANCE PABRIK JELANG GILING 2012











 st.besali lagi repot buat ide2 kratif jelang giling 2012


















all foto courtesy of pinkyshimamura
Baca Selengkapnya →

BUDI DAYA TANAMAN TEBU

  • Bahwa dalam budidaya tanaman tebu diperlukan modal berupa teknologi, tanah dan uang yang jumlahnya cukup besar.
  • Bahwa budidaya tanaman tebu di Indonesia bisa dilakukan pada tanah sawah maupun lahan kering. Yang pada dasarnya lahan sawah harus “diubah” menjadi lahan kering agar pertumbuhan tanaman tebu baik.
  • Pada lahan sawah dengan berat tanah yang ringan ( Z < 6,5 ) dapat dengan sistim kayaran sedangkan untuk tanah berat dan basah sebaiknya dengan sistim Reynoso.
  • Bahwa pembukaan tanah yang dalam ( deep tillage ) akan lebih efisien mengingat tanaman tebu masih cukup memberikan keuntungan apabila dikepras sampai 3 (tiga) kali.
  • Bahwa pengelolaan yang efektif dan efisien sangat diperlukan karena ketersediaan tenaga kerja yang semakin langka dengan menggunakan alat mesin pertanian : traktor , hand traktor dengan modifikasi implement yang akan digunakan untuk mengolah tanah. 
  • Tingkat produktivitas selama 20 tahun terahkir ini menunjukkan penurunan yang perlu dicermati dan diantisipasi dengan kembali pada kaidah dasar ( back to basic ) yang benar yang diperlukan oleh tanaman tebu dimana ditanam / dibudidayakan.
  • Bahwa jumlah tebu yang digiling pada suatu pabrik gula sangat tergantung pada Tebu Rakyat . Sedangkan pengelolaan Tebu Rakyat oleh petani belum intensif secara keseluruhan sehingga produksi dan pendapatan Petani Tebu Rakyat (PTR) masih relatif rendah.
  • Sistim Reynoso pada lahan sawah sudah banyak ditinggalkan karena membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak ( 1 Ha = 800 HOK ), dengan upah per satuan yang sudah mahal (UMR).
  • Pabrik Gula harus berinovasi untuk dapat memberlakukan standard operation yang sesuai dengan baku teknis bagi tanaman tebu dengan memanfaatkan teknologi budidaya terapan yang relatif lebih murah.
  • Peningkatan produktivitas dicapai melalui peningkatan produksi tebu per satuan luas , dengan tingkat rendemen yang tinggi serta biaya yang wajar dalam arti tidak terlalu mahal.
  • Langkah intensifikasi yang benar,akan membawa peningkatan produksi dan pendapatan baik pabrik gula maupun PTR.
BUDIDAYA  TANAMAN  TEBU
1.1 Konservasi lahan
  • Bahwa pembukaan lahan harus memperhatikan prinsip konservasi agar tidak terjadi kerusakan struktur tanah karena terjadi erosi atau terjadinya overflow (aliran permukaan) yang merusak kesuburan tanah juga. 
  • Bahwa  pembukaan tanah untuk tanaman tebu dengan prinsip: arahnya larikan tanaman tegak lurus dengan kemiringan tanah akan mencegah terjadi erosi , tanah longsor dan aliran permukaan. 
  • Bahwa tebu membawa biomassa keluar sebesar produksi yang dihasilkan dan perlu digantikan dengan kompos atau hara dalam jumlah yang banyak atau pupuk hijau agar terjadi keseimbangan alami hara dalam tanah.
1.2 Land preparation
    1.2.1 Deep tillage ( Pengolahan tanah intensif)   
          -  Pengolahan tanah yang intensif dengan kedalaman olah tanah sekitar 40 cm merupakan keharusan agar produktivitas yang dihasilkan tinggi.
           - Urutan pekerjaan dengan bajak traktor sebagai berikut :
                  a. Bajak dengan disc plough (piringan) searah dengan contour tanah.( 30 cm) atau juga bisa menggunakan bajak singkal.
                  b. Bajak kedua tegak lurus dengan bajak 1 x apabila lahannya panjang (kedalaman 20 Cm) , sehingga kedalaman olah tanah mencapai 50 Cm sebagai media tumbuh bagi tebu yang baik. 
                  c. Penggaruan (harrowing) agar tanah rata sebelum dilakukan pembuatan kayaran, dengan alat harrower sambil mengarag bekas tebu bila membuka lahan bekas tebu.
                  d. Pembuatan kayaran dengan wing besar dilengkapi denga sub soiler. Pekerjaan ini dilakukan oleh unit traktor yang lain sehingga tidak menggamggu proses pembukaan tanah.
                  e. Kayaran yang terbentuk diharapkan mencapai ukuran tinggi 48 – 50 cm dan struktur tanah yang favorable bagi tumbuhnya tunas.
                  f. Pemberian pupuk pendahuluan ( 50% dosis NPK) pada kedalaman > 30 Cm dengan maksud : agar perakaran menembus kebawah dan menjadikan tanaman tak mudah roboh. ( akar mengejar pupuk à jadi panjang dan dalam.) Dengan pembukaan lahan & pemupukan model ini tanaman keprasan pada tahun-tahun berikutnya akan lebih bertahan produksinya.(penurunan produksi keprasan hanya kecil saja).
     1.2.2 Sistem Reynoso 
              Walaupun hanya 10 % areal disawah yang dibuka dengan sistim ini namun sistim ini masih unggul karena dengan intensif tanah diolah. Memang membutuhkan tenaga kerja yang banyak dengan upah yang sulit dikendalikan sedangkan jumlah tenaga kerja yang tersedia saat ini sulit didapat (langka) kalaupun ada tidak terampil.
- Bagi tanah sawah berat ( Z > 7) yang berair dimana pekerjaan mekanisasi tidak mungkin beroperasi dengan efektif.
- Berbeda dengan pembukaan lahan secara penuh (semua lahan diolah) maka sistim reynoso hanya sebagian yang yang dibuka.
- Sistim Reynoso menitik beratkan pada bagaimana mengubah lahan sawah menjadi “tanah kering” dengan sistim uitzuuring dan drainage berupa got keliling , got mujur , got malang maupun got pecahan dan patusan yang lancar.
- Tujuan pembukaan lahan dengan cemplongan juga bermaksud intensif
(deep tillage) cemplong 1 x 20 Cm, Comal 15 Cm, total = 35 Cm akan menyediakan media tumbuh bagi tanaman sesuai dengan kebutuhan
     1.2.3 Sistem Kayaran ( 90% dari areal )
             Seluruh tanah dibajak ( luku Jawa atau traktor ) maka diperoleh persiapan lahan yang baik untuk tumbuhnya tanaman tebu. Kemudian dibuatlah kayaran dengan alat wing besar + sub soiler yang ditarik dengan traktor yang memiliki HP cukup besar (>120) sehingga terbentuk guludan tanah dimana dibagian “lembah” akan diletakkan bibit 
  • Pembuatan kayaran dengan tinggi 48 – 50 cm.
  • Pembuatan calon saluran air sesuai dengan panjang juringan yang telah direncanakan.
  • Pembuatan plant bed dengan sub soiler lagi sehingga tanah terolah menjadi dalam ( 25 Cm) dibawah tanah waras.
  • Segera tanam karena aerasi sudah cukup.(tanpa uitzuuring) karena tanah sudah terolah seluruhnya dan relatif kering.
  • Dalam hal ini telah disiapkan bibit dan pupuk pendahuluan sehingga prosesnya lebih cepat guna mengejar masa tanam optimal dan mengurangi ketergantungan pada air. Pembuatan jalan kontrol dan transportasi alat.
      1.2.4 Tujuan Deep tillage  
               Sistim perakaran tanaman menjadi sempurna yaitu akar yang sehat,banyak dan panjang sehingga  :
  1. proses pertumbuhan menjadi normal.
  2. Proses pembalikan tanah akan mempercepat mineralisasi dan menghilangkan racun-racun dalam tanah (proses oksidasi)
  3. Proses aerasi atau pertukaran oksigen dalam tanah berlangsung cepat.
  4. Akar yang banyak, sehat dan panjang sangat mendukung proses penyerapan hara dalam tanah secara maksimal sehingga pembentukan sucrose dalam batang tebu akan lebih terjamin. ( Rendemen optimal. )
  5. Tebu tidak mudah roboh.  
  6. Tanaman keprasan masih tinggi produksinya.(2—3 tahun)
     1.2.5 Drainage / Patusan 
  •     Air yang berada dalam kebun secara cepat keluar melalui saluran yang telah dibuat menuju patusan (pembuangan air)
  •     Lahan menjadi cepat kering sampai pada “kapasitas lapang” dimana alat-alat mekanisasi dapat beroperasi dengan optimal.
  •     Pembuangan asam tanah dapat segera diatasi dengan membuka lahan (LP) dengan pembuatan patusan yang cukup memadai.
       1.2.6 Pupuk Pendahuluan
  •       Letak pupuk berada dibawah yaitu pada dasar kayaran (- 25 Cm) akan berdampak positif pada perakaran tanaman yang mengejar kebawah sehingga tidak mengambang.
  •     Akar akan lebih panjang sehingga tanaman kuat berdiri ( tak mudah roboh ) Tebu yang roboh menurunkan rendemen karena akan tumbuh siwilan , proses tebu berdiri mengubah sucrose dalam batang tebu menjadi energi 
  •     Pupuk 1 x yang terlambat akan dengan sendirinya teratasi bila pupuk pendahuluan dengan NPK separoh dosis total sudah dilakukan awal.
        1.2.7 Persiapan Alsintan (alat mesin pertanian) 
  •        Traktor yang memiliki HP besar > 120 dengan cara investasi rutin atau dengan cara leasing (sewa) dari swasta yang professional.
  •        Implement yang memenuhi standard mutu misalkan diameter disc , alat pembuat kayaran (wing besar + sub soiler )
  •        Alat “pedot oyot” yang berfungsi memutus akar lama agar tumbuh akar baru yang lebih efektif pada tanaman keprasan (ratoon).
  •        Yang tidak kalah penting adalah persiapan alat dengan memperhatikan : 
Setting alat > kedudukan alat (top link datar)
Kecepatan > tidak terlalu cepat / lambat (biasa saja)
Draft > setelan kedalaman berdasar hidrolic (posisi )
  •         Alat bumbun dengan bajak piringan bolak-balik dua bagian kiri dan kanan sehingga lebih cepat dan tidak merusak tanaman kecil.(modifikasi alat bumbun atau alat kepras inovasi PG )








Baca Selengkapnya →

Kunjungan ke PG Jati Barang

Sukses Giling 2010 Karyawan PG Lestari dan Petani Kunjungan ke PG Jati Barang
 
courtesy doc http://www.bumn.go.id
 
Baca Selengkapnya →

Disinilah "Aku" Berfungsi

Pemasangan rel
kebun - kebun yang sulit di lalui armada truk disaat hujan tiba

dibawah rel di beri kasuran dari anyaman bambu / gedeg


petugas tebang dari PG

Hasil evakuasi tebu di kebun-kebun yang tidak mampu di jangkau oleh truk
Baca Selengkapnya →

EFISIENSI BIAYA TEBANG KEBUN SULIT

EFISIENSI BIAYA TEBANG KEBUN SULIT
( BIAYA UMBAL )
DENGAN LORI MINI MODIFIKASI PG LESTARI


   Kondisi sekarang tenaga tebang semakin langka , sedangkan program pemenuhan BBT dilaksanakan pengembangan areal di daerah baru seperti : Tuban , Bojonegoro , Gresik dan Madura , dimana pada daerah tersebut sarana dan prasarana untuk pelaksanaan tebang angkut belum memadai antara lain, jalan tebang tidak layak , lokasi kebun masuk ke dalam, tanah berat bila kena hujan armada angkut tidak bisa masuk sehingga menimbulkan biaya tebang angkut yang tinggi serta membutuhkan tenaga tebang yang cukup banyak.  
   Keterbatasan tenagab tebang dan alat mekanisasi mengakibatkan pasok bahan baku tebu tidak sesuai dengan kapasitas giling, yang berpengaruh terhadap produksi Gula, efisiensi pabrik, pemborosan bahan bakar, hal tersebut berakibat pada HPP tinggi.
    Hasil evaluasi mengenai upah tebang dan umbal ada yang mencapai Rp.30.000 , / ku yang disebabkan :
- Produktivitas tenaga kerja rendah
- Penyesuaian upah minimum ( pendapatan penebang )
- Mekanisme tenaga kerja yang kurang sistematis
- Sulitnya medan
Akibat dari biaya tebang yang tinggi menimbulkan penurunan SHU petani dan tidak efisien bagi perkembangan tanaman tebu di lahan pengembangan maupun Historis.
   Berdasarkan pengalaman di tahun giling 2009 dan 2010 yang mana curah hujan di tahun giling tersebut terlalu tinggi, Pabrik Gula Lestari banyak mengalami kendala dalam pasokan tebu yang  kaitannya dengan kebun-kebun yang sangat sulit dijangkau armada truk (lahan pengembangan / kebun sulit) maka munculah ide membuat alat bantu umbal yang biasa disebut "Lori Mini PG Lestari" alat bantu ini juga bertujuan untuk menekan biaya tebang, menaikkan jumlah pasok tebu di saat hujan  dan mengantisipasi tenaga tebang yang semakin sulit didapat.Sistem umbal dengan tenaga manusia tidak mampu bertahan lama karena menguras tenaga , membutuhkan tenaga kerja dan biaya yang tinggi , sehingga perlu di siapkan alat kerja baru yang berfungsi untuk menggantikan tenaga umbal dari kebun ke jalan yaitu "LORI MINI LESTARI" dengan bahan dari besi siku yang lebih ringan dan mudah di dapatkan.
  Alat bantu "LORI MINI LESTARI" ini terdiri dari beberapa bahan diantaranya :
Bahan untuk Rel terbuat dari bahan plat siku L ukuran 5cm x 5cm x 5mm dan bahan untuk lori adalah plat kotak ukuran 5cm x 5cm x 3mm panjangnya 6m dipotong-potong sesuai ukuran, Roda lori terbuat dari klaker dengan diameter 7"





Gambar disamping adalah gambar LORI MINI LESTARI yang telah jadi, sebelum di aplikasikan di kebun.
Lori yang telah jadi dan diaplikasikan di kebun








Proses pembuatan LORI MINI LESTARI
sampai saat ini Pabrik Gula Lestari telah berhasil membuat LORI MINI sebanyak 25 buah Lori dan 1 km rel untuk lorinya.
Terus berkarya demi kemajuan bangsa, Bravo PTPN X jayalah terus Lestariku
Baca Selengkapnya →

HUJAN MENGGUYUR GILING PG LESTARI DI UNDUR

Akibat derasnya hujan yang terus mengguyur daerah Kertosono dan sekitarnya, akhirnya Pabrik Gula (PG) Lestari yang berlokasi di Kertosono memastikan undur masa gilingnya hingga awal Juni 2010, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2010

"Hanya PG Lestari yang menunda masa gilingnya hingga tanggal 2 Juni. Ini disebabkan intensitas hujan di daerah Kertosono dan sekitarnya sampai saat ini masih cukup deras," kata Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, Djoko Santoso, di Surabaya, Selasa (18/5/10).

Menurut rencana, pada masa giling 2010 ini PG Lestari akan menggiling sekitar 59.200 ton tebu dengan produksi gula yang akan mencapai 42.000 ton.

Sementara target giling PTPN X pada tahun 2010 mencapai 70.000 hektar dengan produksi gula 474.100 ton, naik 10% dari produksi tahun lalu.

Dikatakan Djoko, sebenarnya ada empat PG yang menunda masa gilingnya di 2010 ini akibat hujan. Ke empat PG tersebut adalah PG Lestari, PG Krembung, PG Watu Tulis dan PG Cukir. Tiga PG terakhir, diperkirakan akan menunda selama satu minggu hingga tanggal 23 Mei mendatang.

"Selain bisa menurunkan rendemen tebu, hujan juga akan menyuliskan tebang tebu. Karena lahan akan menjadi becek dan sulit melaluinya," tekan Djoko.

Padahal menurut penuturan Djoko, pada tahun ini rendemen tebu PTPN X ditargetkan akan meningkat hingga 8 lebih. Akan tetapi target tersebut akan gagal jika hujan belum reda hingga akhir Mei.

"Mungkin rendemen hanya akan mencapai 7 seperti pada tahun 2009 kemarin. Untuk itu kami menunda sekitar satu minggu dengan harapan hujan sudah redah sehingga tidak mempengaruhi rendemen," lanjutnya.

Sementara 7 PG milik PTPN X lainnya sudah mulai giling mulai tanggal 8 Mei yang lalu.
Baca Selengkapnya →
KD NET COMPUTERINDO
MELAYANI :

  • INTERNET SPEED ACCES
  • SERVICE
  • JUAL-BELI
  • NETWORKING (PEMASANGAN JARINGAN)
  • ACCESORIES
JL. BENGAWAN 34 PATIANROWO (PERUM PG. LESTARI KERTOSONO)
TELP. (0358) 555 972 HP. 085 259 829 999 - 085 655 466 987
Baca Selengkapnya →

AKAN DILAKSANAKAN EKPOSE HASIL-HASIL PENELITIAN

AKAN DILAKSANAKAN EKPOSE HASIL HASIL PENELITIAN PTPN-X
 DENGAN TEMA:
"IMPLEMENTASI RAKITAN TEKNOLOGI UNTUK MEMACU
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PTPN-X"
PADA HARI SELASA, 4 MEI 2010
DI SUMBER LUMBU PG.NGADIREDJO

SEMUA KARYAWAN DAPAT MENGIRIMKAN MAKALAH
KE BIDANG PENELITIAN KANTOR DIREKSI,
BILA DINILAI BAGUS AKAN DIBERI KESEMPATAN
MEMPRESENTASIKAN DAN MENDAPAT HONOR.

(sumber : http://www.ptpn-x.co.id )
Baca Selengkapnya →
PTPN10 PABRIK GULA LESTARI PATIANROWO-KERTOSONO-NGANJUK
TELP : (0358)551439
Baca Selengkapnya →

DATA PRODUKSI GILING




Baca Selengkapnya →

RENCANA GILING 2010

Rencana Pemenuhan Kekurangan BBT :

























Baca Selengkapnya →

SEJARAH PABRIK GULA HINDIA BELANDA (II)

Stasiun pemerahan
Stasiun pemerahan atau tandem mill belum sehebat sekarang, masih menggunakan rangkaian 3 unit gilingan dengan ukuran 30” x 60 “ atau satu crusher dengan 3 dan 4 gilingan ukuran bervariasi dari diameter 24” sampai 34 “ dengan pamjang bervariasi dari 60” sampai 78” atau dengan 2 unit crusher diikuti dengan 3 atau 4 gilingan atau dengan meinecke diikuti dengan serangkaian gilingan (rincian per pabrik pada tabel terlampir)
 
Bagi pelaku industri gula pasti menarik kesimpulan bahwa statiun pemerahan saat ini jauh lebih sempurna dibanding masa lalu, tetapi performance pemerahan sangat dibawah masa lalu dan kesimpulan yang dapat diambil adalah karna kwalitas tebu masa lalu dan managemen tebang angkut masa lalu sangat jauh lebih baik dari masa kini
 
 
 
 
 
Gilingan tebu tempo dulu tahun 1930
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Volume tangki pengendap , luas filter, juice heater, verdamper, pan masakan dan kristaliser per 100 tcd. 
Defikasi 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sulphitasi
 
 
 
 
 
 
 
 Carbonatasi
 
 
Tabel diatas menunjkkan bahwa pemurnian masa lalu dilakukan sangat sederhana, belum ditemukan bahan pembantu ntuk mempercepat pengendapan (polymer baru dikembangkan tahun 1950), belumditemukan alat control pH (pH ajuster), belum diterapkan continous clarifier yang ada adalah tangki pengendap (bezinking kasten) dengan operasi terputus.
Sistem penapisan nira kotor masih belum menggunakan rotary vacuum filter masih menggunakan filter model kuno Plate and frame clotch filter.
Sentrifugal separator vertical 30” x 18” unit per tcd 
 
 
  
Centrifugal dengan penggerak turbine air masih ada yang digunakan. 

 Data syrup purity dll
tetapi sebagai bahan kajian kenapa dengan keterbatasan teknologi dibanding saat ini bisa Rendemen tersebut dicapai dengan instalasi yang didukung teknologi abad 19, istilah zaman sekarang adalah zaman sepur lempung, angka tersebut bukan hanya untuk bernostalgia mencapai performace yang belum bisa kita capai, Yang agak aneh kita heran melihat negara produsen gula dengan produksi diatas 10 ton per ha, dan beramai ramai study banding kenegara tersebut, padahal bukankah kita sudah mampu mencapainya , kenapa kita tidak kaji kembali 

Rumah buruh 
Rumah Loji Meneer
Foto saksi bisu kejayaan industri gula tempo dulu hingga kini

 
 
Tayuban pesta buka giling konon merupakan kesukaan toewan toewan
Tayub dan pesta sebelum giling selalu diadakan sebenarnya dengan tujuan tujuan tertentu, seperti dimaklumi budaya masarakat saat itu untuk bekerja sebagai buruh kampanye/ musiman diikat dengan kontrak salah satu diantaranya adalah batasan untuk tidak mbolos, untuk mendapatkan buruh secukupnya dibuat kontrak dengan uang muka sebelum giling yang sudah diperhitungkan akan dihabiskan pada saat pesta buka giling, karena disamping tayuban, pelacuran dan perjudian juga diadakan saat pesta buka giling, nah begitu uang habis baru buruh akan masuk bekerja dan kalau melanggar sangat berat hukumannya, zaman dulu di landraad. 
Tanaman tebu zaman dulu 
Pemuliaan tanaman telah dilakukan oleh peneliti peneliti Belanda , dari catatan Belanda sudah mengkoleksi berbagai jenis tebu dari berbagai lokasi : 
Saccarum spontaneum
Talahib dari Philippijnen
Glagah paloe, koelawi, biroh soengi moepanga dari Celebes
Glagah djantoer, kinggoerang oewis, glagah m moentai dari Borneo
Glagah prapat dari Sumatra.
Mandalay 1 dari Burma
Dacca, Coimbatore dari India
Saccarum officinarum.
Teboe salah dari Borneo Dll
Pemupukan zaman dahulu 
Barangkali pupuk masih harus di datangkan dari Eropa , tetapi saat itu sudah dikenal istilah MEST ( tandurane opo wis di mes = tanamannya apa sudah dipupuk), sudah dikenal:
ZA, Fostaat bemesting / DS (Double super phosphate) pupuk phosphat, Kali bemesting pupuk kalium, Groen bemesting pupuk hijau, Nitrophoska pupuk majemuk.
 
 
 
Masa masa penurunan over all performance

Baca Selengkapnya →
 
Ardiansyah Blog © | Di Desain Oleh Bintang Sembilan
Green Template v2